Rabu, 20 Februari 2019

Cantik dengan Ekstrak Alam

Lidah Buaya Untuk Rambut
Tips memanfaatkan Lidah Buaya Untuk Rambut :

 Lidah buaya yg segar sebaiknya dibelah, diambil bagian dalamnya yang seperti agar-agar, digosokkan kekulit kepala setelah mandi sore, kemudian di bungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama tiga bulan dan dapatkan rambut indahmu !!

Senin, 15 April 2013

Model Pengembangan perangkat lunak JAD,SAD,RAD

1.      TAHAPAN PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MODEL JOINT APPLICATION DEVELOPMENT (JAD)

Teknik Joint Application Development (JAD) merupakan tahapan atau langkah-langkah dan merupakan salah satu prinsip bagaimana agar pengembangan sistem informasi sukses.Sedangkan teknik merupakan pendekatan atau penerapan bagaimana menggunakan alat dan peraturan-peraturan yang melengkapi satu atau lebih tahap-tahapan (metode).
Teknik Join Application Development (membangun sistem secara bersama-sama antara pengembang dengan pemakai sistem informasi) merupakan:
·                Penerapan JAD jika pengembang dan user bekerja bersama dalam satu tim akan sangat mendukung penerapan prototyping.
·                 Penentuan keperluan oleh sekumpulan pemegang saham.
·                 Melibatkan kerjasama tim projek, pengguna dan pengurusan.
·                 Dapat mengurangkan  scope creep hingga 50%.
·                 Teknik yang sangat berguna.

Metode JAD merupakan suatu kerjasama yang terstruktur antara pemakai sistem informasi, manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan dan menjabarkan permintaan pemakai, teknik yang dibuthkan dan unsur rancangan eksternal.Tujuan JAD adalah memberi kesempatan kepada user dan manajemen untuk berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi.
Ada beberapa alasan pentingnya keterlibatan user dalam perancangan dan pengembangan sistem informasi menurut Laela Dmodaran (1983) yaitu :
1.         Kebutuahan user. user adalah orang dalam perusahaan. Analisi sistem atau ahli sistem adalah orang diluar perusahaan. Sistem informasi dikembangkan bukan untuk pembuat sistem tapi untuk user agar sistem bisa diterapkan, sistem tersebut harus bisa menyerap kebutuhan user dan yang mengetahui kebutuhan user adalah user sendiri, sehingga keterlibatannya dalam pengembangan sistem informasi akan meningkatkan tingkat keberhasilan pengembangan sistem informasi.
2.         Pengetahuan akan kondisi lokal. Pemahaman terhadap lingkungan dimana sistem informasi akan dioterapkan perlu dimiliki oleh perancang sistem informasi, dan untuk memperoleh pengetahuan tersebut perancang sistem meminta bantuan user yang menguasai kondisi lingkungan tempatnya bekerja.
3.         Keengganan untuk berubah. Seringkali user merasa bahwa sistem informasi yang disusun tidak dapat dipergunakn dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengurangi keengganan untuk berubah tersebut dapat dikurangi bila user terlibat dalam proses perancangan dan pengembangan sistem informasi.
4.         User merasa terancam. Banyak user menyadari bahwa penerpan sistem informasi komputer dalam organisasi mungkin saja mengancam pekerjaannya, atau menjadikan kemampuan yang dimilikinya tidak relevan dengan kebutuhan organisasi. Keterlibatn user dalam proses perancangan sistem informasi merupakan salah satu cara menghindari kondisi yang tidak diharapkan dari dampak penerapan sistem informasi dengan komputer.
5.         Meningkatkan alam demokrasi. User terlibat secara langsung dalam mengambil keputusan yang berdampak terhadap mereka.

Peserta JAD
v Fasilitator
Ø Dilatih dengan teknik-teknik JAD
Ø Menentukan agenda dan membantu mengumpulkan proses-proses
v Scribe(s) atau Catat
Ø Merekam atau mencatat kandungan atau inti pada sesi JAD
v Pengguna dan pengurus yang berpengetahuan tinggi dari unit bisnis

Sesi JAD
v Komitmen masa– ½ hari hingga beberapa minggu
v Pengurusan bersama-sama diperlukan untuk pelepasan tugas
v Perancangan teliti diperlukan
v Agenda formal dan peraturan asas
v Struktur atas-bawah paling efektif
v Aktiviti fasilitator
Ø  Perjalanan sesi yang licin
Ø  Bantuan untuk istilah teknikal
Ø  Catat atau rekam kumpulan input
Ø  Neutral, tetapi bantu selesaikan isu
v e-JAD boleh membantu mengurangkan kumpulan masalah biasa
v Laporan susulan selepas-sesi

Teknik JAD merupakan teknik yang melengkapi teknik analisis dan perancangan sistem dengan menekankan pengembangan partisipatif diantara system owners, users, designers, and builders.Selama sesi JAD untuk perancangan sistem, system designer akan mengambil peran sebagai facilitator untuk beberapa workshop yang ditujukan untuk menyelesaikan problem problem perancangan.
Memperkecil Masalah dalam sesi JAD
·                 Kurangkan dominasi
·                 Galakkan penglibatan menyeluruh
·                 Agenda merry-go-round
·                 Konflik tidak selesai
·                 Hindari ketegangan

JAD (Joint Application Development/Design) merupakan salah satu teknik manajemen dalam mengimplementasikan sebuah sistem informasi (SI) dalam konteks proyek. Porsi terbesar dan terumit dari proses implementasi SI adalah justru pada proses transisinya, karena terkait banyak aspek tidak hanya di sisi teknologi tapi harus memahami sisi sosial, manajerial dan SDM.

JAD merupakan sebuah teknik yang berfokus pada keterlibatan dan komitmen pengguna dalam menentukan kebutuhan dan merancang (desain) aplikasi. JAD biasanya dilakukan dalam bentuk tim yang merupakan gabungan dari seluruh stakeholder proyek, yang bekerja dalam bentuk workshop-workshop atau forum diskusi.
Penggunaan workshop dikarenakan teknik JAD ini bukanlah sekedar rapat-rapat yang biasa dilakukan dalam sebuah proyek dan melibatkan seluruh stakeholder proyek. JAD adalah tim yang nantinya akan membuat rancangan dan mengawasi, memonitor bersama jalannya proyek.

Secara garis besar yang perlu terlibat adalah :
1.         Sponsor. Sponsor ini berarti project owner, memiliki kedudukan yang cukup tinggi dalam organisasi dan sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam pengelolaan sistem informasi. Satu hal yang penting dilakukan oleh seorang project owner adalah komitmen yang kuat akan implementasi SI yang dilakukan. Without the executive sponsor's commitment, people do not show up for workshops on time or sometimes at all. Schedules change and projects are delayed. In short, without an executive sponsor, there is no project!
2.         Business Users. Business User ini terdiri dari 2 jenis, yaitu real end user dan representative end user. Real end user adalah person yang melakukan pekerjaan real di lapangan. Dalam kasus, ini adalah operator-operator. Sedangkan representative end user adalah person yang mengetahui seharusnya bisnis proses itu dilakukan, memahami spirit dan goal dari sistem yang dikelolanya. Biasanya ini adalah kepala bagian, manajer, atau operator senior.
3.         System Analyst (Tim Developer). Person/tim ini yang akan in-charge dari sisi teknologi dan proses engineeringnya.
4.         System Experts. Tidak semua referensi mencantumkan peran ini. Perannya lebih seperti konsultan yang memahami seluk beluk bisnis proses dari sisi konseptual dan berbasis pengalaman.
5.         Facilitator. Seorang fasilitator berfungsi sebagai moderator dan mengarahkan setiap aktivitas JAD yang melibatkan banyak pihak, untuk menjadi efektif. Seorang fasilitator harus memiliki kecakapan yang baik dalam berkomunikasi, memberikan stimulus-stimulus dan trik-trik agar diskusi bisa berjalan dengan baik.
Tentu saja, setelah penyusunan tim JAD, diperlukan strategi yang tepat dalam melakukan workshop-workshop, sehingga proses dilakukan lebih efektif. Yang jelas, teknik ini sudah terbuktif efektif dalam menyelesaikan masalah-masalah implementasi SI.

Contoh JAD
Misalnya mengelola dan mengupdate content web dan SIG penataan ruang  PU agar tetap operasional dan mengembangkan portal penataan ruang melalui pembuatan aplikasi pelengkap untuk menjadi portal yang mempunyai fungsi utama mengkomunikasikan data spasial kepada stakeholder penataan ruang.
Dalam pelaksanaan pengembangan sistem ini, akan dilakukan secara Joint Application Development (JAD), konsultan akan bekerjasama dengan tim pengelola portal Penataan Ruang, sehingga ahli teknologi kepada Ditjen Penataan Ruang Departemen PU dapat dilakukan secara lancar. Adapun urutan-urutan kegiatan JAD yang ditawarkan adalah sebagai berikut:
1. Proyek diawali
2. Analisis Sistem
3. Perancangan Sistem
4. Review
5. Pengembangan Sistem
6. Pengujian Sistem (IT Test & User Acceptance Test)
7. Pelatihan
8. Implemenatsi Sistem
9. Proyek Selesai


2.      TAHAPAN PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MODEL RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)

Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model prosespembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RADmenekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat.Waktu yang singkatadalah batasan yang penting untuk model ini.Rapid application development menggunakanmetode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model (modeln kerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkankebutuhan (requirement) pengguna.Model kerja digunakan hanya sesekali saja sebagai basisdesain dan implementasi sistem akhir.Rapid Application Development (RAD) adalah metodologi pengembangan perangkatlunak yang berfokus pada membangun aplikasi dalam waktu yang sangat singkat. Istilah ininmenjadi kata kunci pemasaran yang umum menjelaskan aplikasi yang dapat dirancang dandikembangkan dalam waktu 6090hari, tapi itu awalnya ditujukan untuk menggambarkansuatu proses pembangunan yang melibatkan application prototyping dan iterativen development.
Menurut James Martin “Rapid Application Development (RAD) merupakanpengembangan siklus yang dirancang untuk memberikan pengembangan yang jauh lebihcepat dan hasil yang lebih berkualitas tinggi daripada yang dicapai dengan siklus hiduptradisional. Hal ini dirancang untuk mengambil keuntungan maksimum dari pengembanganperangkat lunak yang telah berevolusi barubaruini."1Profesor Clifford Kettemborough dari College Whitehead, University of Redlands,mendefinisikan Rapid Application Development sebagai "pendekatan untuk membangunsistem komputer yang menggabungkan ComputerAssistedSoftware Engineering (CASE)tools dan teknik, userdrivenprototyping,. RAD meningkatkan kualitas sistem secara drastisdan mengurangi waktu yang diperlukan untuk membangun sistem."Sebagai gambaran umum, pengembangan aplikasi berarti mengembangkan aplikasipemrograman yang bervariasi dari pemrograman umum dalam arti bahwa ia memiliki tingkatyang lebih tinggi dari liabillity, termasuk untuk kebutuhan capturing dan testing. Pada 1970an,Rapid Application Development muncul sebagai respon untuk nonagileprocesses,seperti model Waterfall. Pengembang perangkat lunak menghadapi masalah waktu denganmetodologi sebelumnya sebagai sebuah aplikasi yang begitu lama untuk membangun.Dengan demikian, metodologi tersebut sering mengakibatkan sistem tidak dapat digunakan.
    
UNSUR-UNSUR RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
RAD memiliki banyak unsurunsur yang membuat sebuah metodologi yang unik termasuk prototyping, iterative development, time boxing, team members, management approach, dan RAD tools.

a. Prototyping
Sebuah aspek kunci dari RAD adalah pembangunan prototipe untuk tujuan membangkitkan kembali desain untuk kebutuhan pengguna.Tujuannya adalah untuk membangun sebuah fitur ringan yang hasil akhirnya dalam jumlah pendek dengan waktu yang memugkinkan.Prototipe awal berfungsi sebagai bukti konsep untuk klien, tetapi lebih penting berfungsi sebagai titik berbicara dan alat untuk kebutuhan pemurnian. Mengembangkan prototipe cepat dicapai dengan Computer Aided Engineering CASE tools Software yang berfokus pada menangkap persyaratan, mengkonversi mereka ke model data, mengubah model data ke database, dan menghasilkan kode semua dalam satu alat. CASE tools populer di 80an dan awal 90an, tetapi sebagai teknologi telah berubah (dan COBOL telah menjadi usang) beberapa alat mengambil keuntungan penuh dari potensi penuh dari teknologi KASUS alat. Perusahaan rasional adalah yang paling terkenal meskipun prototipe potensi pembangkitnya terbatas.Pada Otomatis Arsitektur produk cetak biru kami berfokus pada peningkatan tingkat aplikasi enterprise web yang berfungsi sebagai prototipe karena kecepatan yang mereka dapat diciptakan (dalam menit).

b. Iterative Development
Iterative Development berarti menciptakan versi yang lebih fungsional dari sebuah sistem dalam siklus pembangunan pendek. Setiap versi ditinjau dengan klien untuk
menghasilkan persyaratan untuk membuat versi berikutnya. Proses ini diulang sampai semua fungsionalitas telah dikembangkan. Panjang ideal iterasi adalah antara satu hari (yang lebih dekat dengan Metodologi Agile) dan tiga minggu.Setiap siklus pengembangan memberikan pengguna kesempatan untuk memberikan umpan balik, memperbaiki persyaratan, dan kemajuan melihat (dalam pertemuan sesi fokus grup).Hal ini akhirnya pembangunan berulang yang memecahkan masalah yang melekat dalam metodologi fleksibel dibuat pada 1970an.

c. Time boxing
Time boxing adalah proses menunda fitur untuk versi aplikasi di masa mendatang untuk melengkapi versi saat ini sebagai ketepatan waktu.Ketepatan waktu merupakan aspek penting dari RAD, karena tanpa itu ruang lingkup dapat mengancam untuk memperpanjang iterasi pembangunan, sehingga membatasi umpan balik dari klien, meminimalkan manfaat dari pembangunan berulang, dan berpotensi mengembalikan proses kembali ke pendekatan metodologi air terjun.

d. Team Member
Metodologi RAD merekomendasikan penggunaan tim kecil yang terdiri dari anggota
yang berpengalaman, serbaguna, dan motivasi yang mampu melakukan peran ganda. Sebagai klien memainkan peran penting dalam proses pembangunan, sumber daya klien khusus harus tersedia selama awal Joint Application Development (JAD) sesi serta Focus Group Sessions dilakukan pada akhir siklus pengembangan.
Pengembangan tim (juga dikenal sebagai SWAT atau Skilled Workers with Advance Tools) idealnya harus memiliki pengalaman di Rapid Application Development dan harus memiliki pengalaman dengan Computer Aided Software Engineering. Pendekatan manajemen Aktif dan manajemen yang terlibat sangat penting untuk mengurangi risiko siklus pengembangan diperpanjang, kesalahpahaman klien, dan melebihi tenggat waktu.Di atas manajemen semua harus kuat dan konsisten dalam keinginan mereka untuk menggunakan metodologi Rapid Application Development. Selain menegakkan waktu yang ketat, manajemen harus fokus pada pemilihan anggota tim, motivasi tim, dan pada kliring hambatan birokrasi atau politik.

e. RAD Tools
Salah satu tujuan utama dari metodologi Rapid Application Development yang dikembangkan oleh James Martin pada tahun 1980an adalah untuk memanfaatkan
teknologi terbaru yang tersedia untuk mempercepat pembangunan. Jelas teknologi tahun 1980 sudah kuno, tetapi fokus RAD tentang alat terbaru adalah sama pentingnya hari ini seperti ketika metodologi awalnya diciptakan.



3.      TAHAPAN PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MODEL STRUCTURAL ANALYSIS and DESIGN ( SAD)

Structural  Analysis and Design Development adalah strategi pengembangan sistem yang menekankan pada penggambaran model sistem untuk membantu memvisualisasikan dan menganalisis problem, mendefinisikan keperluan bisnis, dan mendesain sistem informasi. Metode ini adalah metode yang paling lama diantara modern yang ada dan merupakan pendekatan umum yang digunakan untuk menganalisis dan mendesain sistem informasi berdasarkan kepada modeling. Model sistem akan memberi gambaran dari sistem yang merepresentasikan realitas yang ada atau realitas yang diinginkan. Model dari sistem akan memfasilitasi peningkatan komunikasi diantara pengguna sistem(system user),  analis sistem(system analyst), desainer sistem(system design), dan pengembang sistem(system builder).
Model struktur analis terdiri dari tiga bagian yaitu:
ü  Proses Modeling
Proses Modeling adalah teknik proses terpusat, untuk mendapatkan software yang efektik yang didesain untuk sistem.
ü  Data Modeling
Data Modeling adalah teknik data terpusat yang digunakan untuk keperluan model dan bisnis dan desain database sistem yang memenuhi kebutuhan sistem.
ü  Object Modeling
Object Modeling adalah teknik yang mencoba untuk menggabungkan data dan proses kedalam konstruksi tungal yang disebut objects. Object model adalah diagram yang mendokumentasikan suatu sistem sebagai pengganti obnect dan interiornya.

Langkah-langkah :
ü  Problem statement
Suatu pernyataan dan katagori problem, peluang dan arahan, juga bisa batasan dan suatu visi awal dari solusi. Sinonim dari kata awal permulaan(preliminary study) dan uji kelayakan(feasibility asessment).
ü  Constraint
Beberapa faktor, batasan yang dapat membatasi solusi atau proses pemecahan masalah.
ü  Scope Creep
Fenomena umum dimana ekspektasi dan kebutuhan dari suatu proyek meningkat, sering kali tanpa memperhatikan dampaknya terhadap anggaran dan skedul.
ü  Statement Of Work
Suatu kontrak dengan manajemen dan komunitas pengguna untuk mengembangkan atau meningkatkan suatu sistem informasi, visi definisi, lingkup(scope), batasan constraint, keperluan pengguna, jadwal dan anggaran. Sinonim dengan project charter, project plan, dan service-level agreement.
ü  Logical Design
Translasi keperluan sistem bisnis kedalam sistem model yang menggambarkan keperluan bisnis dan desain teknis yang mungkin atau implementasi dari keperluan tersebut. Sinonim dengan conceptual design dan essential design.

ü  System Model
Gambaran dari sistem yang mempresentasikan realitas atau relitas yang diinginkan. Model sistem meningkatkan komunikasi diantara system user, system analyst, system designer dan system builder.

ü  Anlysis Paralysis
Istilah satir diciptakan untuk menggambarkan kondisi proyek umum di mana pemodelan sistem berlebihan secara dramatis memperlambat kemajuan menuju implementasi solusi sistem dimaksudkan.

·         Usulan solusi yang mengevaluasi :
-          Kelayakan teknis : Apakah solusi secara teknis itu praktis ?
-          Kelayakan operasional : Apakah solusi memenuhi kebutuhan pengguna ? Bagaimana solusi merubah lingkunagn kerja pengguna? Bagaimana pengguna merasakan beberapa solusi?
-          Kelayakan ekonomis : Apakah solusi biayanya praktis?
-          Kelayakan skedul : Dapatkah solusi didesain dan diimplementasikan di dalam waktu yang dapat diterima.
-          Risk feasibility : keuntungan  apa dari implementasi yang sukses dari penggunaan teknologi.
ü  Phisical Design
Terjemahan dari penggunana dua kebutuhan bisnis kedalam model yang menggambarkan implementasi teknis dari kebutuhan pengguna bisnis. Sinonim dari tecnical design dan implementasi model.
ü  System Support
Dukungan teknis yang sedang berjalan bagi user sistem, seperti juga pemeliharaan yang dilakukan untuk mengatasi errors atau keperluan baru yang muncul.

v  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MENGUNAKAN JOIN APPLICATION DEVELOPMENT (JAD)
Kelebihan:
1.      Hemat waktu, jika dibandingkan dengan interview secara tradisional.
2.      Kecepatan pengembangan sistem.
3.      Meningkatkan kepemilikan pengguna sistem.
4.      Pembuatan ide yang kreatif dapat ditingkatkan.
Kekurangan:
1.    JAD memerlukan blok waktu yang besar untuk  menjadi tersedia bagi semua partisipan sesi.
2.    Jika persiapan tidak lengkap, sesi tidak akan berjalan dengan baik.
3.    Jika tidak lanjut laporan tidak lengkap, sesi bisa jadi tidak sukses.
4.    Budaya dan keahlian organisasi bisa jadi tidak kondusif terhadap sesi JAD.

v  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MENGUNAKAN RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)
Kelebihan:
1.    Dapat digunakan untuk proyek dimana keperluan user tidak tentu atau tidak akurat.
2.    Mendorong user yang aktif dan partisipasi manajemen.
3.    Proyek mempunyai visibiliti dan dukungan yang tinggi karena keterlibatan user yang luas selama proses.
4.    User dan manajemen melihat pekerjaan, solusi berbasis software dikerjakan lebih cepat daripada pengembangan dengan pemodelan.
Kekurangan:
1.    Beberapa argumen bahwa RAD mendorong kode, implementasi dan perbaikan, secara mental akan meningkatkan biaya.
2.    RAD secara mudah dapat memecahkan problema yang salah, sejak analisis problem dipersingkat atau tidak diindahkan.
3.    Penekanan pada kecepatan akan mempunyai dampak pada kualitas.
4.    Prototipe berbasis RAD akan menurunkan dukungan (discourage) analis.

v  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MENGUNAKAN STRUCTURAL ANALYST and DESIGN (SAD)
Kelebihan:
1.      Spesifikasi kebutuhan cenderung untuk lebih menyeluruh dan terdokumentasi dengan baik.
2.      Dengan gambar keperluan bisnis dan desain sitem lebih mudah untuk divalidasi daripada dengan kata-kata.
3.      Kemudahan untuk identifikasi, membuat konsep, dan analisis dari pilihan solusi teknis.
4.      Desain spesifikasi cendrung untuk didengar, adaptable, dan fleksibel karena mereka berbasis model.
Kekurangan:
1.      Membutuhkan waktu untuk mengumpulkan fakta, menggambar memvalidasi model-model. Ini akan terbukti apabila user tidak pasti dan tidak akurat tentang kebutuhan sistemnya.
2.      Model hanya dapat sebagus pikiran user tentang keperluan sistem. Tidak bisa lebih dari itu.
3.      Pendekatan struktur analis dan desain dianggap oleh beberapa orang tidak fleksibel. User harus secara penuh menspesifikasikan kebutuhan sebelum desain dan desain sendiri harus secara penuh mendokumentasikan spesifikasi teknis sebelum konstruksi dimulai.