1.
TAHAPAN
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MODEL JOINT APPLICATION DEVELOPMENT (JAD)
Teknik Joint Application
Development (JAD) merupakan tahapan atau langkah-langkah dan merupakan salah
satu prinsip bagaimana agar pengembangan sistem informasi sukses.Sedangkan
teknik merupakan pendekatan atau penerapan bagaimana menggunakan alat dan
peraturan-peraturan yang melengkapi satu atau lebih tahap-tahapan (metode).
Teknik Join Application Development
(membangun sistem secara bersama-sama antara pengembang dengan pemakai sistem
informasi) merupakan:
·
Penerapan
JAD jika pengembang dan user bekerja bersama dalam satu tim akan sangat
mendukung penerapan prototyping.
·
Penentuan
keperluan oleh sekumpulan pemegang saham.
·
Melibatkan
kerjasama tim projek, pengguna dan pengurusan.
·
Dapat
mengurangkan scope creep hingga
50%.
·
Teknik yang
sangat berguna.
Metode JAD merupakan suatu kerjasama yang terstruktur antara
pemakai sistem informasi, manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan
dan menjabarkan permintaan pemakai, teknik yang dibuthkan dan unsur rancangan
eksternal.Tujuan JAD adalah memberi kesempatan kepada user dan manajemen untuk
berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi.
Ada beberapa alasan pentingnya keterlibatan user dalam perancangan
dan pengembangan sistem informasi menurut Laela Dmodaran (1983) yaitu :
1.
Kebutuahan
user. user adalah orang dalam perusahaan. Analisi sistem atau ahli sistem
adalah orang diluar perusahaan. Sistem informasi dikembangkan bukan untuk
pembuat sistem tapi untuk user agar sistem bisa diterapkan, sistem tersebut
harus bisa menyerap kebutuhan user dan yang mengetahui kebutuhan user adalah
user sendiri, sehingga keterlibatannya dalam pengembangan sistem informasi akan
meningkatkan tingkat keberhasilan pengembangan sistem informasi.
2.
Pengetahuan
akan kondisi lokal. Pemahaman terhadap lingkungan dimana sistem informasi akan
dioterapkan perlu dimiliki oleh perancang sistem informasi, dan untuk
memperoleh pengetahuan tersebut perancang sistem meminta bantuan user yang
menguasai kondisi lingkungan tempatnya bekerja.
3.
Keengganan
untuk berubah. Seringkali user merasa bahwa sistem informasi yang disusun tidak
dapat dipergunakn dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengurangi keengganan
untuk berubah tersebut dapat dikurangi bila user terlibat dalam proses
perancangan dan pengembangan sistem informasi.
4.
User merasa
terancam. Banyak user menyadari bahwa penerpan sistem informasi komputer dalam
organisasi mungkin saja mengancam pekerjaannya, atau menjadikan kemampuan yang
dimilikinya tidak relevan dengan kebutuhan organisasi. Keterlibatn user dalam
proses perancangan sistem informasi merupakan salah satu cara menghindari
kondisi yang tidak diharapkan dari dampak penerapan sistem informasi dengan
komputer.
5.
Meningkatkan
alam demokrasi. User terlibat secara langsung dalam mengambil keputusan yang
berdampak terhadap mereka.
Peserta JAD
v Fasilitator
Ø Dilatih dengan teknik-teknik JAD
Ø Menentukan agenda dan membantu mengumpulkan proses-proses
v Scribe(s) atau Catat
Ø Merekam atau mencatat kandungan atau inti pada sesi JAD
v Pengguna dan pengurus yang berpengetahuan tinggi dari unit bisnis
Sesi JAD
v Komitmen masa– ½ hari hingga beberapa minggu
v Pengurusan bersama-sama diperlukan untuk pelepasan tugas
v Perancangan teliti diperlukan
v Agenda formal dan peraturan asas
v Struktur atas-bawah paling efektif
v Aktiviti fasilitator
Ø Perjalanan sesi yang licin
Ø Bantuan untuk istilah teknikal
Ø Catat atau rekam kumpulan input
Ø Neutral, tetapi bantu selesaikan isu
v e-JAD boleh membantu mengurangkan kumpulan masalah biasa
v Laporan susulan selepas-sesi
Teknik JAD merupakan teknik yang melengkapi teknik analisis dan
perancangan sistem dengan menekankan pengembangan partisipatif diantara system
owners, users, designers, and builders.Selama sesi JAD untuk perancangan
sistem, system designer akan mengambil peran sebagai facilitator untuk
beberapa workshop yang ditujukan untuk menyelesaikan problem problem
perancangan.
Memperkecil Masalah dalam sesi JAD
·
Kurangkan
dominasi
·
Galakkan
penglibatan menyeluruh
·
Agenda merry-go-round
·
Konflik
tidak selesai
·
Hindari
ketegangan
JAD (Joint
Application Development/Design) merupakan salah satu teknik manajemen dalam
mengimplementasikan sebuah sistem informasi (SI) dalam konteks proyek. Porsi
terbesar dan terumit dari proses implementasi SI adalah justru pada proses
transisinya, karena terkait banyak aspek tidak hanya di sisi teknologi tapi
harus memahami sisi sosial, manajerial dan SDM.
JAD merupakan sebuah teknik yang
berfokus pada keterlibatan dan komitmen pengguna dalam menentukan kebutuhan dan
merancang (desain) aplikasi. JAD biasanya dilakukan dalam bentuk tim yang
merupakan gabungan dari seluruh stakeholder proyek, yang bekerja dalam bentuk workshop-workshop
atau forum diskusi.
Penggunaan workshop dikarenakan teknik
JAD ini bukanlah sekedar rapat-rapat yang biasa dilakukan dalam sebuah proyek
dan melibatkan seluruh stakeholder proyek. JAD adalah tim yang nantinya akan
membuat rancangan dan mengawasi, memonitor bersama jalannya proyek.
Secara garis besar yang perlu terlibat adalah :
1.
Sponsor. Sponsor ini berarti project owner, memiliki kedudukan yang
cukup tinggi dalam organisasi dan sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam
pengelolaan sistem informasi. Satu hal yang penting dilakukan oleh seorang project
owner adalah komitmen yang kuat akan implementasi SI yang dilakukan. Without
the executive sponsor's commitment, people do not show up for workshops on time
or sometimes at all. Schedules change and projects are delayed. In short,
without an executive sponsor, there is no project!
2.
Business
Users. Business User ini
terdiri dari 2 jenis, yaitu real end user dan representative end user.
Real end user adalah person yang melakukan pekerjaan real di lapangan.
Dalam kasus, ini adalah operator-operator. Sedangkan representative end user
adalah person yang mengetahui seharusnya bisnis proses itu dilakukan, memahami
spirit dan goal dari sistem yang dikelolanya. Biasanya ini adalah kepala
bagian, manajer, atau operator senior.
3.
System
Analyst (Tim Developer).
Person/tim ini yang akan in-charge dari sisi teknologi dan proses engineeringnya.
4.
System
Experts. Tidak semua referensi
mencantumkan peran ini. Perannya lebih seperti konsultan yang memahami seluk
beluk bisnis proses dari sisi konseptual dan berbasis pengalaman.
5.
Facilitator. Seorang fasilitator berfungsi sebagai moderator dan mengarahkan
setiap aktivitas JAD yang melibatkan banyak pihak, untuk menjadi efektif.
Seorang fasilitator harus memiliki kecakapan yang baik dalam berkomunikasi,
memberikan stimulus-stimulus dan trik-trik agar diskusi bisa berjalan dengan
baik.
Tentu
saja, setelah penyusunan tim JAD, diperlukan strategi yang tepat dalam
melakukan workshop-workshop, sehingga proses dilakukan lebih efektif. Yang
jelas, teknik ini sudah terbuktif efektif dalam menyelesaikan masalah-masalah
implementasi SI.
Contoh JAD
Misalnya mengelola dan
mengupdate content web dan SIG penataan ruang PU agar tetap operasional dan mengembangkan
portal penataan ruang melalui pembuatan aplikasi pelengkap untuk menjadi portal
yang mempunyai fungsi utama mengkomunikasikan data spasial kepada stakeholder
penataan ruang.
Dalam pelaksanaan
pengembangan sistem ini, akan dilakukan secara Joint Application Development
(JAD), konsultan akan bekerjasama dengan tim pengelola portal Penataan
Ruang, sehingga ahli teknologi kepada Ditjen Penataan Ruang Departemen PU dapat
dilakukan secara lancar. Adapun urutan-urutan kegiatan JAD yang ditawarkan
adalah sebagai berikut:
1. Proyek diawali
2. Analisis Sistem
3. Perancangan Sistem
4. Review
5. Pengembangan Sistem
6. Pengujian Sistem (IT
Test & User Acceptance Test)
7. Pelatihan
8. Implemenatsi Sistem
9. Proyek Selesai
2.
TAHAPAN
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MODEL RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)
Rapid
application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model
prosespembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental
(bertingkat). RADmenekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan
cepat.Waktu yang singkatadalah batasan yang penting untuk model ini.Rapid
application development menggunakanmetode iteratif (berulang) dalam mengembangkan
sistem dimana working model (modeln kerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap
pengembangan dengan tujuan menetapkankebutuhan (requirement) pengguna.Model
kerja digunakan hanya sesekali saja sebagai basisdesain dan implementasi sistem
akhir.Rapid Application Development (RAD) adalah metodologi pengembangan
perangkatlunak yang berfokus pada membangun aplikasi dalam waktu yang sangat
singkat. Istilah ininmenjadi kata kunci pemasaran yang umum menjelaskan
aplikasi yang dapat dirancang dandikembangkan dalam waktu 6090hari, tapi itu
awalnya ditujukan untuk menggambarkansuatu proses pembangunan yang melibatkan
application prototyping dan iterativen development.
Menurut
James Martin “Rapid Application Development (RAD) merupakanpengembangan siklus
yang dirancang untuk memberikan pengembangan yang jauh lebihcepat dan hasil
yang lebih berkualitas tinggi daripada yang dicapai dengan siklus
hiduptradisional. Hal ini dirancang untuk mengambil keuntungan maksimum dari
pengembanganperangkat lunak yang telah berevolusi barubaruini."1Profesor
Clifford Kettemborough dari College Whitehead, University of
Redlands,mendefinisikan Rapid Application Development sebagai "pendekatan
untuk membangunsistem komputer yang menggabungkan ComputerAssistedSoftware
Engineering (CASE)tools dan teknik, userdrivenprototyping,. RAD meningkatkan
kualitas sistem secara drastisdan mengurangi waktu yang diperlukan untuk
membangun sistem."Sebagai gambaran umum, pengembangan aplikasi berarti
mengembangkan aplikasipemrograman yang bervariasi dari pemrograman umum dalam
arti bahwa ia memiliki tingkatyang lebih tinggi dari liabillity, termasuk untuk
kebutuhan capturing dan testing. Pada 1970an,Rapid Application Development
muncul sebagai respon untuk nonagileprocesses,seperti model Waterfall. Pengembang
perangkat lunak menghadapi masalah waktu denganmetodologi sebelumnya sebagai
sebuah aplikasi yang begitu lama untuk membangun.Dengan demikian, metodologi
tersebut sering mengakibatkan sistem tidak dapat digunakan.
UNSUR-UNSUR RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
RAD memiliki banyak unsurunsur yang
membuat sebuah metodologi yang unik termasuk prototyping, iterative
development, time boxing, team members, management approach, dan RAD tools.
a. Prototyping
Sebuah aspek kunci dari RAD adalah
pembangunan prototipe untuk tujuan membangkitkan kembali desain untuk kebutuhan
pengguna.Tujuannya adalah untuk membangun sebuah fitur ringan yang hasil
akhirnya dalam jumlah pendek dengan waktu yang memugkinkan.Prototipe awal
berfungsi sebagai bukti konsep untuk klien, tetapi lebih penting berfungsi
sebagai titik berbicara dan alat untuk kebutuhan pemurnian. Mengembangkan
prototipe cepat dicapai dengan Computer Aided Engineering CASE tools Software
yang berfokus pada menangkap persyaratan, mengkonversi mereka ke model data,
mengubah model data ke database, dan menghasilkan kode semua dalam satu alat.
CASE tools populer di 80an dan awal 90an, tetapi sebagai teknologi telah
berubah (dan COBOL telah menjadi usang) beberapa alat mengambil keuntungan
penuh dari potensi penuh dari teknologi KASUS alat. Perusahaan rasional adalah
yang paling terkenal meskipun prototipe potensi pembangkitnya terbatas.Pada
Otomatis Arsitektur produk cetak biru kami berfokus pada peningkatan tingkat
aplikasi enterprise web yang berfungsi sebagai prototipe karena kecepatan yang
mereka dapat diciptakan (dalam menit).
b. Iterative Development
Iterative Development berarti
menciptakan versi yang lebih fungsional dari sebuah sistem dalam siklus
pembangunan pendek. Setiap versi ditinjau dengan klien untuk
menghasilkan persyaratan untuk membuat
versi berikutnya. Proses ini diulang sampai semua fungsionalitas telah
dikembangkan. Panjang ideal iterasi adalah antara satu hari (yang lebih dekat
dengan Metodologi Agile) dan tiga minggu.Setiap siklus pengembangan memberikan
pengguna kesempatan untuk memberikan umpan balik, memperbaiki persyaratan, dan
kemajuan melihat (dalam pertemuan sesi fokus grup).Hal ini akhirnya pembangunan
berulang yang memecahkan masalah yang melekat dalam metodologi fleksibel dibuat
pada 1970an.
c. Time boxing
Time boxing adalah proses menunda fitur
untuk versi aplikasi di masa mendatang untuk melengkapi versi saat ini sebagai
ketepatan waktu.Ketepatan waktu merupakan aspek penting dari RAD, karena tanpa
itu ruang lingkup dapat mengancam untuk memperpanjang iterasi pembangunan,
sehingga membatasi umpan balik dari klien, meminimalkan manfaat dari
pembangunan berulang, dan berpotensi mengembalikan proses kembali ke pendekatan
metodologi air terjun.
d. Team Member
Metodologi RAD merekomendasikan
penggunaan tim kecil yang terdiri dari anggota
yang berpengalaman, serbaguna, dan
motivasi yang mampu melakukan peran ganda. Sebagai klien memainkan peran
penting dalam proses pembangunan, sumber daya klien khusus harus tersedia
selama awal Joint Application Development (JAD) sesi serta Focus Group Sessions
dilakukan pada akhir siklus pengembangan.
Pengembangan tim (juga dikenal sebagai
SWAT atau Skilled Workers with Advance Tools) idealnya harus memiliki
pengalaman di Rapid Application Development dan harus memiliki pengalaman
dengan Computer Aided Software Engineering. Pendekatan manajemen Aktif dan
manajemen yang terlibat sangat penting untuk mengurangi risiko siklus
pengembangan diperpanjang, kesalahpahaman klien, dan melebihi tenggat waktu.Di
atas manajemen semua harus kuat dan konsisten dalam keinginan mereka untuk
menggunakan metodologi Rapid Application Development. Selain menegakkan waktu
yang ketat, manajemen harus fokus pada pemilihan anggota tim, motivasi tim, dan
pada kliring hambatan birokrasi atau politik.
e. RAD Tools
Salah satu tujuan utama dari metodologi
Rapid Application Development yang dikembangkan oleh James Martin pada tahun
1980an adalah untuk memanfaatkan
teknologi terbaru yang tersedia untuk
mempercepat pembangunan. Jelas teknologi tahun 1980 sudah kuno, tetapi fokus
RAD tentang alat terbaru adalah sama pentingnya hari ini seperti ketika
metodologi awalnya diciptakan.
3.
TAHAPAN
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MODEL STRUCTURAL ANALYSIS and DESIGN ( SAD)
Structural Analysis and Design Development adalah
strategi pengembangan sistem yang menekankan pada penggambaran model sistem
untuk membantu memvisualisasikan dan menganalisis problem, mendefinisikan
keperluan bisnis, dan mendesain sistem informasi. Metode ini adalah metode yang
paling lama diantara modern yang ada dan merupakan pendekatan umum yang
digunakan untuk menganalisis dan mendesain sistem informasi berdasarkan kepada
modeling. Model sistem akan memberi gambaran dari sistem yang merepresentasikan
realitas yang ada atau realitas yang diinginkan. Model dari sistem akan
memfasilitasi peningkatan komunikasi diantara pengguna sistem(system
user), analis sistem(system analyst),
desainer sistem(system design), dan pengembang sistem(system builder).
Model
struktur analis terdiri dari tiga bagian yaitu:
ü Proses Modeling
Proses Modeling adalah teknik
proses terpusat, untuk mendapatkan software yang efektik yang didesain untuk
sistem.
ü Data Modeling
Data Modeling adalah teknik
data terpusat yang digunakan untuk keperluan model dan bisnis dan desain
database sistem yang memenuhi kebutuhan sistem.
ü Object Modeling
Object Modeling adalah teknik
yang mencoba untuk menggabungkan data dan proses kedalam konstruksi tungal yang
disebut objects. Object model adalah diagram yang mendokumentasikan suatu
sistem sebagai pengganti obnect dan interiornya.
Langkah-langkah :
ü Problem statement
Suatu pernyataan dan katagori
problem, peluang dan arahan, juga bisa batasan dan suatu visi awal dari solusi.
Sinonim dari kata awal permulaan(preliminary study) dan uji
kelayakan(feasibility asessment).
ü Constraint
Beberapa faktor, batasan yang
dapat membatasi solusi atau proses pemecahan masalah.
ü Scope Creep
Fenomena umum dimana
ekspektasi dan kebutuhan dari suatu proyek meningkat, sering kali tanpa
memperhatikan dampaknya terhadap anggaran dan skedul.
ü Statement Of Work
Suatu kontrak dengan manajemen
dan komunitas pengguna untuk mengembangkan atau meningkatkan suatu sistem
informasi, visi definisi, lingkup(scope), batasan constraint, keperluan
pengguna, jadwal dan anggaran. Sinonim dengan project charter, project plan,
dan service-level agreement.
ü Logical Design
Translasi keperluan sistem
bisnis kedalam sistem model yang menggambarkan keperluan bisnis dan desain
teknis yang mungkin atau implementasi dari keperluan tersebut. Sinonim dengan
conceptual design dan essential design.
ü System Model
Gambaran dari sistem yang
mempresentasikan realitas atau relitas yang diinginkan. Model sistem
meningkatkan komunikasi diantara system user, system analyst, system designer
dan system builder.
ü Anlysis Paralysis
Istilah satir diciptakan untuk menggambarkan kondisi proyek umum di
mana pemodelan sistem berlebihan
secara dramatis memperlambat kemajuan menuju implementasi solusi sistem dimaksudkan.
·
Usulan solusi yang mengevaluasi :
-
Kelayakan teknis : Apakah solusi secara teknis itu praktis ?
-
Kelayakan operasional : Apakah solusi memenuhi kebutuhan pengguna ?
Bagaimana solusi merubah lingkunagn kerja pengguna? Bagaimana pengguna
merasakan beberapa solusi?
-
Kelayakan ekonomis : Apakah solusi biayanya praktis?
-
Kelayakan skedul : Dapatkah solusi didesain dan diimplementasikan di dalam
waktu yang dapat diterima.
-
Risk feasibility : keuntungan apa
dari implementasi yang sukses dari penggunaan teknologi.
ü Phisical Design
Terjemahan dari penggunana dua
kebutuhan bisnis kedalam model yang menggambarkan implementasi teknis dari
kebutuhan pengguna bisnis. Sinonim dari tecnical design dan implementasi model.
ü System Support
Dukungan
teknis yang sedang berjalan bagi user sistem, seperti juga pemeliharaan yang
dilakukan untuk mengatasi errors atau keperluan baru yang muncul.
v KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MENGUNAKAN JOIN APPLICATION
DEVELOPMENT (JAD)
Kelebihan:
1. Hemat waktu, jika dibandingkan
dengan interview secara tradisional.
2. Kecepatan pengembangan sistem.
3. Meningkatkan kepemilikan
pengguna sistem.
4. Pembuatan ide yang kreatif
dapat ditingkatkan.
Kekurangan:
1. JAD memerlukan blok waktu yang
besar untuk menjadi tersedia bagi semua
partisipan sesi.
2. Jika persiapan tidak lengkap,
sesi tidak akan berjalan dengan baik.
3. Jika tidak lanjut laporan
tidak lengkap, sesi bisa jadi tidak sukses.
4. Budaya dan keahlian organisasi
bisa jadi tidak kondusif terhadap sesi JAD.
v KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MENGUNAKAN RAPID APPLICATION
DEVELOPMENT (RAD)
Kelebihan:
1. Dapat digunakan untuk proyek
dimana keperluan user tidak tentu atau tidak akurat.
2. Mendorong user yang aktif dan
partisipasi manajemen.
3. Proyek mempunyai visibiliti dan
dukungan yang tinggi karena keterlibatan user yang luas selama proses.
4. User dan manajemen melihat
pekerjaan, solusi berbasis software dikerjakan lebih cepat daripada
pengembangan dengan pemodelan.
Kekurangan:
1. Beberapa argumen bahwa RAD
mendorong kode, implementasi dan perbaikan, secara mental akan meningkatkan
biaya.
2. RAD secara mudah dapat
memecahkan problema yang salah, sejak analisis problem dipersingkat atau tidak
diindahkan.
3. Penekanan pada kecepatan akan
mempunyai dampak pada kualitas.
4. Prototipe berbasis RAD akan
menurunkan dukungan (discourage) analis.
v KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MENGUNAKAN STRUCTURAL ANALYST
and DESIGN (SAD)
Kelebihan:
1. Spesifikasi kebutuhan
cenderung untuk lebih menyeluruh dan terdokumentasi dengan baik.
2. Dengan gambar keperluan bisnis
dan desain sitem lebih mudah untuk divalidasi daripada dengan kata-kata.
3. Kemudahan untuk identifikasi,
membuat konsep, dan analisis dari pilihan solusi teknis.
4. Desain spesifikasi cendrung
untuk didengar, adaptable, dan fleksibel karena mereka berbasis model.
Kekurangan:
1. Membutuhkan waktu untuk
mengumpulkan fakta, menggambar memvalidasi model-model. Ini akan terbukti
apabila user tidak pasti dan tidak akurat tentang kebutuhan sistemnya.
2. Model hanya dapat sebagus
pikiran user tentang keperluan sistem. Tidak bisa lebih dari itu.
3. Pendekatan struktur analis dan
desain dianggap oleh beberapa orang tidak fleksibel. User harus secara penuh
menspesifikasikan kebutuhan sebelum desain dan desain sendiri harus secara penuh
mendokumentasikan spesifikasi teknis sebelum konstruksi dimulai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar